Pages

Senin, 20 Juni 2016

Liburan BUKAN untuk "Waste of Time"


Bismilllah ...

Setiap harimu, niatkanlah untuk berjalan di atas Ridho-Nya. Niatkan semata-mata Lillahi Ta'ala, maka kamu tak akan tersesat.


Akhir bulan Mei 2016 lalu, aku dihadapkan pada ujian umumnya yakni Ujian Akhir Semester. UAS IV berlangsung selama 2 pekan, namun sebenarnya terhitung 5 hari saja. Di sela-sela 2 pekan itu, 7 hari di pertengahan pekan ujian selanjutnya diundur. Jadi, Pekan pertama hari Senin - Rabu dan dilanjutkan lagi pada pekan Kedua hari Kamis dan Jum'at. Seperti biasanya di fakultasku, sebelum UAS pastilah ada yang namanya Tugas Akhir, tapi jumlahnya tidak sedikit. Setiap mata kuliah ada tugas akhirnya, minimalnya 1 saja. Tapi terakhir kali ini, langsung dapat 2 tugas akhir dari matkul yang sama. Tugas akhirnya ini ada yang diberikan sejak 2 pertemuan terakhir, namun tugas tersebut bisanya dikerja saat semua pertemuan sudah selesai dan tulis tangan, minimal 15 halaman. Dalam waktu seminggu lebih yang tersisa, sebenarnya itu sedikit mustahil karena kebanyakan tugas akhirnya ditulis tangan dan salah satu hal yang ada pada diriku adalah Kalo Nulis Itu Lambat Banget daahhh... karena diriku sendiri tidak suka melihat tulisan tugasku yang jelek dan ambur-adul, pengecualian untuk catatanku, itu memang seperti habis dicakar kucing, yaaa karena saat dosen menjelaskan hal-hal pentingnya, GUE kagak ada waktu untuk mempercantik catatan, yaaa bisa dibilang kebiasaanku ini masih ada sejak SMP. But, with the Power of Allah Subhanahu wa Ta'ala, I can do it. It was Beyond human power. Jadi,, intinya Niatkan semuanya karena dirinya.

Kerjakan tugas itu sangat-sangat seru sebenarnya, kalo GUE sendiri yang lagi kerja tugas pasti selalu berlagak sok serius dan kayak detektif (but, I was so serious at the moment). Maka bertambahlah ilmuku karena banyak hal juga yang harus saya baca. Bukan hanya kerja Copy-Paste doang, haloooo..... Lo kira gue robot, manusia nih gue... masih punya akal dah.. Copy-Paste hanya sebagai referensi kita saja, selebihnya pakai otak sendiri dong... analisis kek. Just that!!

Bisa dihitung, selama 3 pekan aku saking seriusnya sama belajarku, tidak seperti hari-hari kuliah biasanya yang hanya ngebacaaaaa doang.. Hal-hal penting, tempel sana sini sampai kamar sendiri saja luar binasanya. Papan agenda, full dengan coretan sana sini (kayak anak eksakta yang nulis rumus + cakaran, padahal bukan). Ringkasnya, terhitung sejak masa keseriusanku itu, semakin ke sini aku juga semakin memadatkan agenda harian. Qadarullah, aku direkomendasikan oleh Murobbihku untuk menjadi salah satu panitia Muslimah EXPO 2016 yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 - 9 September 2016. Dan memang beliau tau persis posisiku ada dimana di LDF, tak lain dan tak bukan adalah divisi Dana dan Usaha sebagai Koordinator, maka beliau pun memasukkanku di bagian Danus Muslimah EXPOnya. Dan alhamdulillah., tidak berhentinya hamba bersyukur kepada Allah karena-Nya aku diberikan amanah yang besar. Dari amanah-amanah itu, dua hal yang kupetik hikmahnya yaitu : 1) Allah menjauhkanku dari tindakan kemaksiatan, jadi waktu-waktu hidupku yang tersisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif (termasuk di dalamnya Da'wah); dan 2) sebagai nilai pembelajaran dan pengalaman buatku.

Sekalipun aku bisa dibilang "She's lucky" karena liburan Ramadhanku panjang juga, sekitar sebulan lebih lah. But the point is..., liburan itu bukan digunakan untuk berfoya-foya, bersenang-senang sepanjang your long weekend, melainkan bagaimana caranya agar waktu liburanmu itu dimanfaatkan sebaik mungkin, bernilai pahala dan niatkan semata-mata Lillahi Ta'ala. Karena Hidup di dunia itu hanya sekali dan orientasinya kita hanya sementara, dunia hanya tempat persinggahan utk menuju ke kehidupan yang lebih kekal. Jadi, liburanku kali ini lebih terfokuskan pada amalan-amalan Ramadhan, tugas Tarbiyah dari Murobbih, dan pengerjaan Proker Bazar di Divisi Danus Muslimah Expo 2016 (sebagai PJ tiket untuk penjualan 5 pekan), serta di samping itu juga ada hal penting berkaitan dengan amanah di LDFku, sebenarnya itu bukanlah amanahku melainkan divisi lain, tetapi jika bukan kita yang bergerak, maka siapa lagi. Jadi, setidaknya jadikan dirimu bisa bermanfaat bagi orang lain. ^_^ Sekalian promosi juga, silahkan kunjungi alamat Blog LDFku di bawah ini :



>>  http://mpmdarussalam.blogspot.co.id/ <<

Selasa, 17 Mei 2016

TUGAS KELOMPOK - BAB VI 'UU No. 41 Tahun 1999'

H U K U M   A G R A R I A   L A N J U T A N
“PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN, PENDIDIKAN DAN LATIHAN SERTA PENYULUHAN KEHUTANAN”
Dosen Pembimbing :
DEWI KEMALASARI, S.H., M.Kn


DISUSUN OLEH :
KELOMPOK  I
No.
No. Stambuk
                  Nama
1
D 101 14 058
RYAN APRILIANTO
2
D 101 14 013
BAIQ FITRI WIJAYANTI
3
D 101 14 036
KHAERANAH RAUF
4
D 101 14 057
PUTRI MEISITA S.T.
5
D 101 14 041
MUTMAINNA
6
D 101 14 049
ENDANG SETIAWATI
7
D 101 14 065
ANA WAHYUNI
8
D 101 14 054
SAKINAH BIN YAHYA
9
D 101 14 035
HAERUL ANWAR
10
D 101 14 070
RANDI MULYADI
11
D 101 14 012
SYEBAN ALI
12
D 101 12 050
AMIRUDDIN

KELAS A – BT 10
FAKULTAS HUKUM
2015 - 2016

UNIVERSITAS TADULAKO



Hubungan antara UUPA dengan Ratio Legis UUPM

Tugas 2 (Individu)
oleh Khaeranah Rauf (D10114...)

Kaitan Antara Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria dengan Ratio Legis Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal

Penanaman Modal di Indonesia tidak lepas kaitannya dengan tanah yang ada di Indonesia. Fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah yakni tanah untuk penanam modal dalam negeri dan/atau penanam modal asing yang akan menanamkan modalnya di Indonesia. Pemerintah akan memberikan kebijakan terhadap kegiatan penanaman modal di Indonesia yakni salah satunya adalah hak atas tanah yaitu Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, Hak Pakai dan Hak Pengelolaan. Hak-hak atas tanah tersebut dipastikan memiliki batas waktu perizinan untuk pemakaiannya sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria yang selanjutnya disebut UUPA dan juga terdapat dalam UU No.5 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Akan tetapi, kedua peraturan perundang-undangan tersebut memiliki batas waktu yang berbeda menurut versinya masing-masing.
Pemberian hak atas tanah, dalam hal ini yang dimaksud adalah Hak Guna Usaha kepada para penanam modal (investor) memberikan ketentuan mengenai batas waktu berlakunya, berdasarkan UUPA diatur dalam Pasal 29 dinyatakan bahwa :
(1)   Hak guna usaha diberikan untuk waktu paling lama 25 tahun.
(2)   Untuk perusahaan yang memerlukan waktu yang lebih lama dapat diberikan hak guna usaha untuk waktu paling lama 35 tahun.
(3)   Atas permintaan pemegang hak dan mengingat keadaan perusahaannya jangka waktu yang dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) pasal ini dapat diperpanjang dengan waktu paling lama 25 tahun.
Sementara itu, berdasarkan UU No. 25 Tahun 2007 dalam Pasal 22 ayat (1) huruf a dinyatakan bahwa :
(1)   Kemudahan pelayanan dan/atau perizinan hak atas tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 huruf  a dapat diberikan dan diperpanjang di muka sekaligus dan dapat diperbarui kembali atas permohonan penanam modal, berupa :
a.       Hak Guna Usaha dapat diberikan dengan jumlah 95 (sembilan puluh lima) tahun dengan cara dapat diberikan dan diperpanjang di muka sekaligus  selama  60 (enam puluh) tahun dan dapat diperbarui selama 35 (tiga puluh lima) tahun;
Sebagaimana yang telah diuraikan di atas, dapat disimpulkan bahwa total jangka waktu untuk pemberian HGU yang diatur dalam Pasal 22 ayat (1) huruf a lebih lama dibandingkan dengan jangka waktu yang ditetapkan dalam Pasal 29 UUPA. Sehingga ketentuan batas waktu yang diatur dalam UUPA dikesampingkan oleh adanya UU No. 25 Tahun 2007 tersebut. Artinya bahwa dalam hal penanaman modal ini menganut asas Lex Specialis Derogat Legi Generalis di mana batas waktu untuk kegiatan penanaman modal di Indonesia paling lama 95 tahun sebagaimana yang diatur dalam UU No. 25 Tahun 2007.
Penetapan batas waktu untuk HGU bagi para investor/penanam modal yang ditentukan dalam UUPA paling lama hanya 60 tahun, dilihat dari segi historisnya bahwa Pemerintah (para perancang UUPA) pada saat pembuatan aturan tentang batas waktu pemberian HGU kepada para investor, tidak terlintas dalam bayangan mereka seberapa sulitnya negara ini menarik para investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Sementara dari segi sosiologisnya, mereka pun belum terpikirkan mengenai perkembangan ekonomi di masa mendatang. Sebagaimana yang diketahui juga penanaman modal di Indonesia dapat memberikan kontribusi kepada Negara ini seperti peningkatan pendapatan Negara dari sector pajak, pembukaan lapangan kerja bagi rakyat Indonesia, memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan dan mendorong kemajuan produsen dalam negeri. Demikianlah Pemerintah melakukan kajian kembali terhadap Pasal 29 UUPA mengenai batas waktu pemberian HGU kepada para investor/penanam modal dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian Indonesia pada masa itu maupun masa mendatang, sehingga ketentuan tersebut ditetapkan dalam UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.
Perlu kita ketahui bersama bahwa Ratio Legis UU No. 25 Tahun 2007 yang menjadi landasan dari lahirnya peraturan perundang-undangan yang baru tentang Penanaman Modal, terdiri atas 4 hal, yakni :
1)      Untuk mencapai masyarakat adil dan makmur sebagai tujuan dari pendirian bangsa Indonesia;
2)      Untuk mengembangkan konsep ekonomi kerakyatan yang diamanatkan oleh MPR, khususnya yang terkait dengan kegiatan peningkatan pembangunan ekonomi berskala kecil, menengah dan koperasi;
3)      Untuk mempercepat perwujudan pembangunan ekonomi Indonesia dan mewujudkan pembangunan politik ekonomi, yang terkaitkan dengan peningkatan penanaman modal, baik dalam negeri maupun dari luar negeri; dan
4)      Peningkatan daya saing dalam perkembangan ekonomi global, diperlukan kerjasama yang kondusif di bidang penanaman modal dengan Negara lain.

Jadi pada substansinya, perubahan jangka waktu yang ditetapkan dalam UU No. 25 Tahun 2007 dijadikan lebih lama yakni 95 tahun dengan mengingat bahwa peranan penanaman modal di Indonesia dapat mengusahakan perbaikan perekonomian di Indonesia termasuk nasib ekonomi rakyat dalam rangka memakmurkan Rakyat Indonesia.

Sabtu, 20 Februari 2016

101. Al - Qari'ah

( Hari Kiamat – The Calamity )
Makkiyah  11 Ayat

102. At - Takathur

( Bermegah-Megahan – The Rivalry In World Increase )
Makkiyah  |  8 Ayat

103. Al - 'Asr

( Masa – The Declining Day )
Makkiyah  3 Ayat

104. Al - Humazah

( Pengumpat – The Traducer )
Makkiyah 9 Ayat

105. Al - Fil

( Gajah – The Elephant )
Makkiyah  |  5 Ayat

106. Quraysh

( Suku Quraysy – Quraysh )
Makkiyah  |  4 Ayat

107. Al - Ma'un

( Barang-Barang yang Berguna – The Small Kindesses )
Makkiyah  7 Ayat

108. Al - Kawthar

( Nikmat yang Banyak – The Abundance )
Makkiyah  3 Ayat

Jumat, 12 Februari 2016

109. Al - Kafirun

( Orang-orang Kafir - The Disbelievers )
Makkiyah  |  6 ayat

110. An - Nasr

( Pertolongan - The Divine Support )
Madaniyah  |  3 ayat

111. Al - Lahab

( Gejolak Api )
Makkiyah  5 ayat

112. Al - Ikhlas

( Kemurnian Keesaan Allah )
Makkiyah  4 ayat


113. Al - Falaq

( Subuh – The Daybreak )
Makkiyah  |  5 ayat


114. An - Nas

( Manusia - The Mankind )
Makkiyah  |  6 ayat


1. Al - Fatihah

( Pembukaan - The Opener )
Makkiyah 7 ayat

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Batagor - Siomay BANDUNG

Kalian tahu, ndak.. Salah satu jajanan khas dari kota Bandung itu adalah Batagor. BaTaGor alias kepanjangannya BAso TAhu GOReng ini memiliki bahan dasar yang sama dengan SIOMAY yaitu Ikan Tenggiri. 



Dulu, Batagor itu merupakan campuran antara baso dan tahu dan diolah dengan cara dikukus. Kemudian, seiring berjalannya waktu... akhirnya Batagor diolah dengan cara digoreng supaya disajikannya itu dengan cara cepat dah, sebagaimana yang kita kenal “Baso Tahu GORENG”. Biasanya, para penjual Batagor sangat sering kita temukan yang juga menjual Siomay, sebagai teman dari si Batagor entuuuhh...

Nah, siomay itu juga merupakan jajanan khas dari Bandung dengan bahan dasar umumnya adalah ikan tenggiri namun semakin berkembangnya juga ide-ide dalam mengkreasikan makanan, maka bahan dasarnya bisa juga digunakan udang dan sebagainya, kemudian dibungkus dengan kulit pangsit. Lalu dikukus. Tapi ada juga siomay yang digoreng.

Hanya saja, perbedaannya itu terletak pada bentuk, rasa dan teksturnya. Kalau Batagor itu digoreng sedangkan Siomay itu dikukus. Dari segi bentuknya, seperti ini bedanya..

Batagor
Siomay

Sementara dari segi rasa, kayaknya kalian lebih tahu rasanya setelah kalian coba. Hihihihi.. soalnya ana bukan ahlinya mendeskripsikan rasa makanan kayak di program-program kuliner yang ada di TV itu loh… (hmm.. rasanya itu gurih. Krenyesnya enak banget..) atau yang kayak di iklan (hmmm.. kayak ada manis-manisnya gituh.. – iklan air le minerale). Hahahaha

Nah, adapun bumbu khas dari si Batagor dan si Siomaynya sebagai pelengkap yang paling nikmat yakni Bumbu Kacang. Apalagi jika bumbu kacangnya dicampur juga dengan sambal pedas. Wew, gimana enaknya itu .......

Sudah beberapa bulan juga ane tidak makan batagor-siomay (actually, I prefer Batagor to Siomay). Jadi, setelah menunggu dosen waliku di kantornya untuk menyerahkan data nilai semester 3 sekaligus minta tandatangan beliau, pada akhirnya pun ane tidak mendapatkan apapun di sana. Hanya menunggu yang tak pasti. Perut juga sudah keroncongan, akhirnya ane putuskan untuk pulang sajalah. Pasrah guee! Tapi berhubung sudah terlalu lapar, singgah dah gue di gerobak penjual batagor-siomay. “Mas… pesan 1 batagornya.. yang pedas ya, mas!!” Singkat cerita, gue beli… gue kasih uangnya… gue ucapin makasih sama penjualnya… gue pulang… gue makan… gue kenyang…


But, by the way… baru kali ini ane beli makanan tapi malah dapat banyak pertanyaan dari si penjualnya dengan bahasa sopannya.
Penjual : “mau pesan berapa?”
Me : “pesan 1 saja, mas”
Penjual : “mau makan di sini atau bungkus?”
Me : “dibungkus, mas”
Penjual : “pakai pare atau ndak?”
Me : “hmm.. ndak usah, mas”
Penjual : “pilih tahu gorengnya atau siomay semua? Soalnya batagornya sudah habis. Belum sempat saya buat lagi”
Me : “Tahu-nya saja, mas”
Penjual : “Sambalnya mau dipisah atau langsung campur saja?”
Me : “Langsung campur saja, mas”.
Penjual : “Sambalnya kasih pedas skali atau medium aja, mbak?”

Me : “pedas semua saja, mas” -____-‘

RESEP MEMBUAT BATAGOR-SIOMAY KHAS BANDUNG
Silahkan lihat di situs ini :
http://tips-cara.info/batagor-siomay-ikan-bandung-resep-membuat/ "

Selasa, 09 Februari 2016

Nilai Hukum Pidana - Semester III

Finally.. Criminal Law (Hk. Pidana)'s score has announced.
Setelah berjuang di akhir-akhir kesempatan yang ada (saat Final Exam-nya - tanggal 15 Januari 2016), sepenuhnya menguras tenaga dalam berpikir (yaiyalah, soalnya saja kebanyakan tentang mengidentifikasi kasus + alasan dari jawabannya kita itu harus dikaitkan dengan isi KUHP). And then, I got its score that is so satisfactory. Membuat saya menjadi speechless…. Berasa tidak menyangkah.


Tidak menyangkahnya itu, karena saya tahu bahwa basic-ku bukan di situ dan sejujurnya saya kurang percaya diri sendiri dengan jawabanku. Setiap selesai jawab pertanyaannya, pasti selalu bertanya-tanya dalam hati “Ini benar ndak yaaa? Atau bagaimanakah seharusnya? ‘arrrrrggghh’ pusing-----”. Di samping itu juga, saya mengalami tekanan batin saat berlaksananya ujian itu. Gimana ceritanya saya tidak kena tekanan batin, di satu sisi saya harus fokus memikirkan jawabannya, di sisi lain saya harus memperjuangkan kefokusanku dari teman-teman yang duduk di sekitarku (mereka ributnya bukan main.. mempeributkan jawaban masing-masing. Entahlah, mereka sedang saling memberitahu jawaban atau diskusi/memperdebatkan jawaban sendiri) hingga membuatku menjadi geram. Yah, itulah semacam kronologis peristiwanya. hahaha.
Tapi semua karena-Nya... sepenuhnya ini adalah pekerjaan saya sendiri, usaha saya sendiri. Serta ber-tawakkal kepada Allah...... Saya adalah orang yang sangat membenci yang namanya “menConteK”, menanyakan jawaban kepada orang lain, atau mendiskusikan jawaban saat ujian. I think that it’s the Act of a LOSER. Dan perbuatan itu membuat saya malu karena secara tidak langsung telah mempermalukan nama keluargaku sendiri. Seriously..
Intinya, mengerjakannya sendiri dan mempercayakan semuanya kepada Allah dengan mengingat-Nya. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika Dia yang berkehendak.
Selalu melaksanakan perintah-Nya dengan senang hati dan menghindar dari perbuatan-perbuatan yang dibenci-Nya. Itulah cara kita mencintai-Nya seutuhnya, sama seperti Dia mencintai kita sebagai hamba-Nya. Mencintai kita bahkan saat kita tertidur, Dia senantiasa tersenyum kepada kita.
Jadi, dunia - akhirat harus seimbang. Antara aktivitas kuliah dan ibadah, dan antara segala yang ada di dunia ini (pekerjaan kita yang bersifat dunia) dengan akhirat (kewajiban kita sebagai hamba-Nya).

Note :
(" اَلْحَمْدُلِلّهِ " - Alhamdulillah - is a word that makes me grateful to Allah Subhanahu wa Ta’ala and I'll not stop to say that)

Kamis, 04 Februari 2016

Aku Ingin Matiku Husnul Khatimah

Artikel ini bersumber dari :
>> https://www.islampos.com/250924-250924/


Oleh : Pipit Era Martina, pipitpipit525@gmail.com

HUSNUL Khatimah merupakan karunia terbesar dari Allah SWT untuk seorang hamba. Perjuangan dan pengorbanan diri dalam menjaga iman dan islam seketika terbalaskan dengan mati dalam keadaan Husnul Khatimah, mati sebaik-baiknya kematian.
Inginkah kalian para umat?
Cara kematian yang selalu di dambakan, di idam-idamkan namun tak jarang terlupakan proses meraihnya. Duhai kawan, tiada sesuatu yang bisa kau dapatkan dengan cuma-cuma atau gratis. Apalagi ini termasuk dalam suatu hal yang menyangkut tentang kehidupan kekal selamanya.
Di sini, di dunia ini, jika kauinginkan benda yang bermerk, apakah hanya dengan seuntai senyum kau bisa mendapatkannya? Tidak bukan? Ada proses dimana benda bermerk dan berharga tersebut bisa jatuh dalam genggamanmu dengan pertukaran, mereka memberi barang dan kau memberikan uang. Uangpun tidak dengan proses instan kau mendapatkanya, tetap ada berjuta proses di belakangnya hingga pada akhirnya uang dalam jumlah sekian banyak bisa berada dalam genggamanmu.
Berpikirlah?
Di dunia yang hanya sesaat ini, apapun kau perjuangkan meski tak mendapatkan segala bentuk kebahagiaan, namun mengapa? Kematian yang kau dambakan, tempat terindah yang selalu kau bayangkan tak pernah kau perjuangkan?